• Berita Terkini

    Tuesday, January 12, 2016

    SMK Karanggayam Unggulkan Pertambangan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) – SMK Karanggayam Kebumen yang baru berdiri mendapat perhatian serius Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen. Sekolah kejuruan yang berada di daerah pegunungan itu didorong untuk mengunggulkan bidang pertambangan dan geologi.

    Komisi A yang dipimpin Yudhi Tri Hartanto melakukan kunjungan kerja ke SMK Karanggayam. Ikut dalam kunjungan Dewan Kabid Tendik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen Edy Sukamsi dan anggota Komisi A  antara lain Dian Lestari Subekti Pertiwi, Sarwono, Chumdari, Nur Hidayati, dan Danang Adi Nugroho. Rombongan diterima langsung oleh Kepala SMK Karanggayam Basikun, baru-baru ini.

    Basikun mengemukakan, SMK Karanggayam yang berdiri tahun 2008 dan dioperasionalkan tahun 2009 itu membuka jurusan pertambangan sejak tahun pelajaran 2012/2013. Keberadaan jurusan tersebut mempertimbangkan potensi pertambangan di daerah setempat yang melimpah. Bahkan berbagai jenis bebatuan ada di sana, baik wilayah Karanggayam maupun Karangsambung. "Juga terdapat laboratorium geologi terbesar yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Karangsambung," katanya.

    Ditambahkan Edy Sukamsi, selain SMK Puring yang mengunggulkan bidang pelayaran, di kabupaten berslogan Beriman ini terdapat SMK Karanggayam yang fokus pada pertambangan. "Potensi tersebut dikembangkan untuk kemajuan Kebumen," kata Edy Sukamsi sembari menambahkan ke depan ada jurusan geologi.

    Dalam kesempatan itu Ketua Komisi A Yudhi Tri Hartanto menekankan kepada Kepala SMK Karanggayam Basikun untuk menyiapkan rencana strategis atau visi misi sekolah. Selanjutnya diturunkan menjadi rencana kerja tahunan untuk bahan rencana anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS). "Karena itu harus disengkuyung oleh Pemkab," jelas Yudhi, politisi dari PDI Perjuangan itu.

    Menanggapi keterbatasan sarana dan prasarana di SMK Karanggayam, Komisi A meminta agar dialokasikan anggaran untuk mencukupi hal tersebut. Terlebih dengan keberadaan kepala sekolah yang baru, di mana Basikun telah teruji saat menjabat sebagai kepala SMK 1 Gombong yang mengantarkan sekolah tersebut masuk ISO. Kini, di tangan Basikun, SMK Karanggayam juga mulai berbicara. Antara lain menghasilkan karya film yang masuk festival nasional.

    Lebih lanjut Yudhi mengatakan, tidak hanya SMK Karanggayam saja, pihaknya juga meminta sekolah kejuruan lainnya untuk menyiapkan anak didiknya siap kerja. Terutama menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan zero tenaga kerja non formal pada 2017 mendatang. "Program dari pemerintah pusat ini untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan menekan angka pengangguran," ucapnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top