• Berita Terkini

    Sunday, January 31, 2016

    Puting Beliung di Gombong Juga Ganggu Perjalanan KA

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Puting beliung terjadi di Desa Semondo Kecamatan Gombong, Minggu sore (31/1/2016). Selain merusak 9 bangunan, PT KAI pun terimbas.  Itu setelah ambruknya tiang listrik di KM 429+9/0 antara Stasiun Ijo-Gombong di perlintasan KA nomor 539 Desa Semondo, Kecamatan Gombong, mengganggu sejumlah jadwal perjalanan kereta api.

    Akibat peristiwa itu, KA Sawunggalih dan KA Taksaka berhenti luar biasa di Stasiun Ijo, Kecamatan Rowokele. Sedangkan KA angkutan semen Holcim berhenti luar biasa di Stasiun Tambak, Banyumas, menunggu evakuasi kabel.

    Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan ambruknya beberapa tiang listrik milik PLN yang menopang 10 buah kabel tersebut menyebabkan kabel-kabel listrik melintang di jalur rel dan menghalangi perjalanan KA. Akibatnya ada tiga KA terganggu perjalanannya sekitar 40 menit.

    Tiga KA yang terganggu perjalanannya tersebut masing-masing adalah KA Sawunggalih Pagi jurusan Pasarsenen- Kutoarjo. Selanjutnya, KA Taksaka Siang jurusan Gambir-Yogya, dan KA barang semen Holcim jurusan Karangtalun-Lempuyangan.

    Menurutnya, KA Sawunggalih dan KA Taksaka harus berhenti luar biasa dan menunggu di stasiun Ijo. Sementara KA semen Holcim berhenti luar biasa dan menunggu di stasiun Tambak untuk menunggu proses evakuasi kabel yang melintang rel.

    "KA-KA yang akan melintas saat itu kami berhentikan untuk menghindari kecelakaan. Kami juga kwatirkan masih adanya aliran listrik pada kabel-kabel tersebut," kata Surono, kepada Kebumen Ekspres, saat dihubungi kemarin sore.

    Surono menambahkan, petugas dari PLN Gombong segera turun ke lokasi melakukan evakuasi kabel-kabel tersebut setelah mendapat laporan dari PT KAI. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 15.00 WIB dan perjalanan kereta api normal kembali.

    Akibat terhambatnya perjalanan beberapa kereta api tersebut, PT KAI Daop 5 Purwokerto akan menuntut ganti rugi kepada PLN. "Jumlah kerugian akibat keterlambatan tiga KA tersebut masih kami hitung," tutupnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top