• Berita Terkini

    Wednesday, January 13, 2016

    Puluhan Pengendara Motor Tergelincir di Perlintasan KA

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Perlintasan sebidang Kereta Api (KA)  di Panjer Kebumen tepatnya pintu perlintasan nomor 565 dikeluhkan warga terutama saat hujan. Pasalnya, saat hujan, lokasi itu menjadi langganan kecelakaan lalu lintas. Seperti pada Rabu sore kemarin (13/1/2016), puluhan sepeda motor terjatuh saat melintas.

    Anto (36) salah satu warga Tamanwinangun yang saat itu menolong para pengendara motor mengatakan, dalam setengah jam  saja lebih dari 15 pengendara motor terpeleset. Mayoritas pengendara motor yang menjadi korban adalan wanita dan kendaraan matic. Maka dari itu pihaknya membantu pengendara yang slip maupun terpeleset. “Kecelakaan sering kali terjadi, terutama saat dan sesudah hujan,” katanya.

    Seringnya kecelakaan di perlintasan KA saat hujan juga dibenarkan Pegawai Harian Lepas (PHL) PT KAI, Sarwono. Menurut Sarwono, setiap hujan turun dipastikan ada banyak sekali pengendara yang terpeleset dan jatuh saat melintas di lokasi tersebut. Kecelakaan akan meningkat saat palang pintu dibuka usai kereta melintas.
     "Sebab, saat itu biasanya pengendara ngegas kendaraannya. Akibatnya, mereka banyak yang terpeleset," ungkapnya.

    Tak hanya perlintasan KA di Panjer, perlintasan KA di Kecamatan Karanganyar juga dinilai cukup membahayakan pengendara. Salah satu warga, Komarudin (54), warga Karanganyar mengatakan, ada 71 kendaraan yang terpeleset  di perlintasan rel KA tersebut, kemarin. "Dua jam ini saja sudah ada sebanyak 71 kendaraan yang terpeleset  di sini (perlintasan rel KA Karanganyar, red)," katanya.

    Rata-rata korban memang tidak mengalami luka serius. Namun kejadian itu mendapat sorotan dari masyarakat yang menghendaki agar ada penanganan khusus terhadap perlintasan KA yang menjadi langganan kecelakaan tersebut. Penanganan itu dilakukan agar jangan sampai menimbulkan korban meninggal dunia gara-gara melintasi rel KA.

    Terlebih, kejadian kecelakaan di perlintasan KA di Kebumen termasuk sering terjadi. Yang terbaru bahkan menelan korban jiwa seperti yang dialami Zaeni Masduki (32), pengemudi mesin pemadat aspal(tendem roller/silinder). Warga Desa Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren yang juga pegawai harian lepas Dinas Pekerjaan Umum itu disambar KA Bogowonto saat melintas di perlintasan tak berpalang pintu di km 456+5/6 Desa Kalibagor, Kecamatan/Kabupaten Kebumen pada Minggu (10/1).

    "Mestinya di setiap perlintasan rel KA yang menyiku pada jalan itu dibangun konstruksi sedemikian rupa sehingga membuat nyaman pengendara motor yang lewat," jelas Prayitno (40), warga Panjer, sembari meminta agar ada penjagaan pula di perlintasan KA tak berpintu.

    Sementara itu, Kabid Bina Marga Kabupaten Kebumen Haryono Wahyudi mengemukakan, penanganan di perlintasan rel KA yang menyiku pada jalan itu menjadi kewenangan PT KAI. Pihaknya mengaku hanya menangani jalan kabupaten yang berada di dekat rel saja. "Untuk yang di dalam rel kami tidak berani karena menjadi kewenangan PT KAI dalam hal ini Daop V," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top