• Berita Terkini

    Monday, January 25, 2016

    Petani Tamanwinangun Terlambat Memulai MT 1

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Para petani di Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen mengeluhkan buruknya sistem pengelolaan irigasi. Lantaran tak kunjung mendapat air yang cukup, mereka terlambat memulai Musim Tanam (MT) 1.


    Marno (55) salah satu petani warga Kelurahan Tamanwinangun mengatakan, petani di wilayahnya baru saja melaksanakan penanaman padi. Padahal, di tempat lain, para petani Kebumen sudah mulai tahap pemupukan. Itu terjadi lantaran sawah di wilayahnya belum mendapat pasokan air yang cukup. "Kami berharap, pembagian air irigasi dapat dikelola dengan baik.Selama ini area persawahan Tamanwinangun hanya kebagian air sehari semalam dalam seminggunya," ujarnya.

    Contohnya di sawah yang berada tepat di belakang dan bagian barat Kantor Disnakertransos Kebumen. Di lokasi itu, air irigasi hanya diberikan sehari semalam dalam seminggunya. Dengan demikian sawah yang berada jauh dari saluran irigasi jelas tidak mendapatkan air. “Saat ini air mengalir paling Hari Sabtu saja,” paparnya.

    Menurutnya, beberapa sawah di Kelurahan Tamanwinangun juga kerap tidak mendapatkan air. Pada Musim Tanam pertama (MT 1) kemungkinan tanaman padi akan baik-baik saja. Hal ini karena di MT 1 intensitas hujan masih tergolong tinggi. Berbeda dengan MT II dimana para petani hanya bisa mendapatkan air dari saliran Irigasi saja. “Jika kondisinya seperti ini terus, maka petani akan selalu merasa susah,” katanya.

    Air merupakan kebutuhan pokok bagi petani padi. Dulu irigasi di sawah tersebut selalu mengalir dua hari penuh dalam satu minggunya. Dengan demikian maka kebutuhan air untuk tanaman padi tercukupi dengan baik. Tapi entah kenapa saat ini air hanya mengalir satu hari dalam seminggu. “Ini sudah kita rasakan dalam beberapa kali musim tanam,” tegasnya.

    Marno mengatakan, kondisi sawah yang tidak terendam air akan membuat tanaman padi tidak dapat tumbuh dengan baik. Selain itu sawah yang sering mengalami kekeringan juga akan membuat rumput cepat tumbuh. Rumput yang tumbuh dengan cepat juga akan kesulitan dibersihkan, hal ini karena kondisi tanah yang keras. “Sawah yang tanahnya keras sangat sulit diwatun (dibersihkan rumputnya),” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top