• Berita Terkini

    Monday, January 25, 2016

    Permintaan Turun Drastis, Pengusaha Genteng Terpaksa "Banting Harga"

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Para perajin dan pengusaha genteng di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan terancam merugi menyusul sepinya permintaan. Agar dapat bertahan, pengusaha genteng terpaksa "banting harga" demi mendapatkan pembeli.


    “Bulan ini susah sekali, tepatnya sejal awal tahun 2016.  Saat ini tidak ada permintaan, kemungkinan kerena belum ada proyek dari pemerintah yang buka," keluh Lutfi (27) salah satu produsen genteng warga Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan, Senin (25/1/2016).

    Dijelaskannya harga genteng kini turun dari Rp 1.600 perbiji menjadi Rp 1.200 perbiji. Padalah harga bahan baku dan biaya pembuatan meningkat. Kendati harga sudah turun, namun permintaan genteng  juga masih sangat jarang. “Harga genteng murni disebabkan oleh permintaan dan penawaran. Jika permintaan banyak harga akan naik atau sebaliknya,” katanya.

    Turunnya permintaan genteng  juga dirasakan Hj Sodiman (50) salah satu penjual genteng di Desa Kebulusan. Menurutnya permintaan genteng memang kerap turun di Bulan Januari. Meski demikian biasanya tetap ada satu atau dua pelanggan yang membeli genteng. “ Awal tahun 2016 ini memang permintaanya sangat sedikit. Saat permintaan genteng sepi, maka di mana-mana juga sepi,” paparnya.

    Proyek pemerintah memang membantu perputaran roda perekonomian masyarakat. Saat proyek turun, penjual pasir akan kembali bergairah karena banyaknya permintaan. Begitu juga yang dirasakan oleh para penjual batu. Para tukang bangunan yang selama ini menganggur juga dapat kembali bekerja. Hal itu juga akan membuat warung-warung ramai pembeli.

    Lesunya permintaan genteng juga berimbas pada perekonomian warga setempat. Mengingat, 70 persen warga Desa Kebulusan mengandalkan pendapatannya dari hasil usaha genteng.

    Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen Slamet Mustholkah melalui  Kabid Bina Marga DPU Kebumen Haryono Wahyudi STM mengatakan,   Bulan Januari adalah tahap perencanaan  proyek pembangunan.  Tahap lelang akan dilaksanakan pada Bulan Februari. “Dengan demikian maka proyek pembangunan akan mulai dilaksanakan pada Bulan Maret mendatang,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top