• Berita Terkini

    Wednesday, January 27, 2016

    Pemkot Jogja Sediakan Ojek Khusus bagi Kaum Difabel

    GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
    JOGJA – Perhatian terhadap para disabilitas di Kota Jogja terus ditingkatkan. Satu per satu, kebutuhan fasilitas umum bagi mereka juga dipenuhi. Terbaru, saat ini telah dioperasikan moda transportasi ojek khusus bagi difabel. Bahkan, kemarin juga digelar parade Tongkat Putih dari halaman DPRD DIJ sampai di Taman Pintar.

    Ya, jika selama ini para penyandang disabilitas atau difabel di Kota Jogja dan sekitarnya sulit menikmati moda transportasi khususnya ojek, kini tak lagi demikian. Mereka sudah bisa naik ojek dengan aman dan nyaman di seputaran Kota Jogja hingga Parangtritis dan Prambanan.

    Itu menyusul telah dioperasikannya ojek khusus bagi para kaum difabel. Berangkat dari keinginan memberikan fasilitas kepada para penyandang cacat, Difa City Tour and Transport meluncurkan jasa transportasi khusus difabel. Operatornya juga difabel.

    Presiden Direktur Difa City Tour and Transport Triyono mengatakan, jasa layanan transportasi khusus para difabel tersebut sama halnya dengan transportasi ojek umumnya. Hanya saja, operatornya khusus difabel, dan motornya dimodifikasi khusus seperti becak. ”Ada paket umum dan khusus, kalau untuk penumpang umum berdasarkan jarak,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu (27/1).

    Ojek khusus difabel sudah mulai beroperasi sejak empat bulan terakhir. Mereka terbentuk karena aspirasi anggota asosiasi difabel roda tiga yang juga ingin punya taksi motor khusus difabel. ”Sekarang sudah ada 20-an armada,” jelasnya.

    Dijelaskan, selain dapat fasilitas mobilisasi, moda ini bisa sebagai saling interaksi. Dia berharap, dengan adanya ojek difabel dapat menumbuhkan percaya diri, dan berinteraksi.
    Di tempat berbeda, kemarin (27/1) Pemerintah Kota Jogja menggelar Parade Tongkat Putih, dengan mengambil start dari halaman DPRD DIJ dan finish di Taman Pintar. Dalam kesempatan parade ini, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) meneriakkan komitmennya untuk mewujudkan kota inklusif di Kota Jogja.

    Menurut HS, keinginannya mewujudkan Kota Inklusi tak sekadar dalam bentuk peraturan daerah (perda), tapi yang lebih penting adalah pelibatan penyandang disabilitas dalam sebuah pembangunan kota. HS menjelaskan, pelibatan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali sebuah kewajiban. Terlebih, penyandang disabilitas juga banyak yang memiliki kemampuan lebih. ”Tinggal saat ini, adalah bagaimana mewujudkan pemikiran inklusif di semua masyarakat,” ujar HS.

    HS mengaku, sangat mengapresiasi penuh penyelenggaraan parade ini. Apalagi, bertujuan sama seperti visi  Kota Jogja. Yakni mewujudkan kota yang inklusif. ”Salah satu visi dari Kota Jogja adalah mewujudkan kota inklusif. Artinya kota yang nyaman ditinggali oleh segala lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” tandasnya.
    Ketua Umum Pertuni Pusat Aria Indrawati mengapresiasi visi dan fasilitasi dari pemkot selama ini. Terutama, dalam memperhatikan penyandang disabilitas. ”Sepertinya sejauh ini baru Kota Jogja yang sudah menggodok raperda mengenai disabilitas. Selain itu adanya komite penyandang disabilitas juga membuktikan keseriusan pemkot,” jelasnya. (riz/eri/ila/jko)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top