• Berita Terkini

    Thursday, January 28, 2016

    Minum Es Kadaluwarsa, 12 Siswa SD di Purworejo Keracunan

    agung/ekspres
    PURWOREJO--Es kemasan kedaluarsa memaksa 12 siswa SD Negeri Jetis, Kecamatan Loano dilarikan ke Puskesmas setempat, Kamis (28/1/2016). Es itu diperoleh siswa dari pedagang keliling yang biasa berjualan di sekitar sekolah.

    Informasi yang berhasil dihimpun, seluruh korban es kemasan ber merk esocool yang dijual dengan bermacam-macam varian rasa itu adalah siswa kelas V. Usai jam olah raga, para korban membeli es tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.

    Masing-masing meminum es kemasan tersebut dengan jumlah yang bervariasi antara 1 sampai empat bungkus. Sekitar setengah jam kemudian baru makanan kadaluarsa itu bereaksi. Para korban mengalami sakit perut, mual dan pusing.

    Bidan desa setempat, Ari Wardani yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi sekolah berupaya memberikan pertolongan pertama kepada para korban. "Kebetulan saya sedang berada di Pusat Kesehatan Desa. Tiba-tiba mendapat laporan dari guru jika banyak murid yang mendadak sakit perut," katanya.

    Ia kemudian berinisiatif untuk memberikan air kelapa kepada para siswa untuk menetralisir racun dalam tubuh. Setelah ditunggu beberapa saat para korban tidak kunjung muntah, ia kemudian memberikan air susu.

    "Baru setelah minum susu beberapa anak mengalami muntah. Namun kondisinya juga masih sakit perut dan pusing. Setelah itu baru saya kontak Puskesmas untuk mengirimkan mobil ambulance dan membawa para korban ke Puskesmas," katanya.

    Sementara itu, Kapolsek Loano AKP Markotib SH yang langsung meluncur ke Puskesmas Maron bersama para anggotanya mengatakan, sejumlah barang bukti telah diamankan berupa kemasan es esocool serta muntahan para korban untuk diteliti lebih lanjut.

    "Kami akan lakukan penyelidikan terkait kasus ini. Dalam kemasan tersebut jelas tertera masa expired yakni Juni 2015. Namun ada beberapa kemasan yang tanggal itu ditutup menggunakan spidol dan diberi stempel tanggal baru," katanya.

    Lebih lanjut ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli jajanan. "Telitilah tanggal kadaluarsa serta jangan asal beli jajanan terutama yang warnanya mencolok karena dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan anak," katanya. (baj)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top