• Berita Terkini

    Wednesday, January 27, 2016

    Butuh Kepedulian Semua Pihak untuk Hidupkan Kembali Seni Ketoprak

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Untuk menghidupkan kembali kesenian Ketoprak, dibutuhkan kerjasama banyak pihak. Generasi muda dan para senior juga perlu membuka diri untuk berkolaborasi dengan baik.

    Hal inilah yang dibahas pada  diskusi Forum Pegupon yang diadakan oleh Komunitas Pusaka Gombong (KOPONG) bersama Roemah Martha Tilaar pada hari Minggu (24/1/2016) lalu. Pada Diskusi yang diikuti oleh 60 orang peminat seni ketoprak tersebut menghadirkan Sri Hartanto dan Djoko Waluyo sebagai narasumber.

    Menurut Sri Hartanto, pada era 60 an hingga 70 an, wilayah Gombong merupakan pasar potensial bagi kelompok kesenian Ketoprak. Pada rentang tahun 50 hingga 80 an adalah masa kejayaan seni Ketoprak di wilayah Gombong.  Kala itu Kelompok ketoprak lokal maupun luar kota aktif berpentas di wilayah Gombong dan sekitarnya. Gedung Kesenian Rahayu yang berada di Gombong menjadi saksinya.

    Selain terdapat pula gedung-gedung non permanen (tobong yang tersebar di desa-desa). Waktu itu berbagai kelompok Kethoprak dari Jogja, Solo hingga Kediri dan Tulungagung rutin berpentas di Gombong, bahkan merambah hingga wilayah di sekitarnya. “Sebelum tahun 80 saya sering berpentas di Gombong, kemudian pindah ke Jatijajar di daerah Selatan,” kesaksian Bondan Nusantara, sutradara Ketoprak kondang yang intens memantau kegiatan KOPONG lewat media online.

    Dalam diskusi itu itu Djoko Waluyo memaparkan berbagai data kelompok-kelompok ketoprak yang sempat eksis dan bermunculan. Selain itu Djoko Waluyo juga memaparkan berbagai faktor yang mempengaruhi redupnya dunia ketoprak.

    Mantan Wakil Bupati Kebumen Djuwarni Amd Pd yang juga hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, salah satu faktor penting untuk menghidupkan ketoprak adalah adanya pelaku-pelaku yang memang memiliki semangat berkesenian yang tinggi dan tanpa pamrih. Sehingga apa yang mereka lakukan bukan kerena gaji melainkan karena semangat untuk nguri-uri budaya.

    Sementara itu Koordinator KOPONG, Sabur Herdian Raamin dalam kesempatan yang sama mengajak peserta diskusi untuk segera menindaklanjuti dengan memikirkan sebuah pementasan ketoprak lintas generasi.’’Saya bergarap langkah ini dapat menjadi awal berkibarnya kembali seni ketoprak dalam panggung seni di Kabupaten Kebumen,”ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top