• Berita Terkini

    Senin, 04 Januari 2016

    Angka Kemiskinan Jadi Kado Terburuk Pada Hari Jadi Kabupaten Kebumen

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Satu Januari 2016 lalu, Kabupaten Kebumen memeringati Hari Jadinya ke 80 tahun. Banyak pencapaian pembangunan di usia itu, namun angka kemiskinan pun menjadi catatan yang cukup memprihatinkan bahkan bisa disebut "kado terburuk" bagi Kebumen di usianya yang ke 80.

    Hingga tahun 2014 sedikitnya 259.610 warga hidup miskin atau sekitar 19,97 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,3 juta jiwa. Kondisi ini menempatkan Kabupaten Kebumen menjadi daerah termiskin kedua di Jawa Tengah. Sebenarnya, angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen tahun 2014 berkurang 17.550 atau turun 1,35 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2013, angka kemiskinan mencapai 21,32 persen atau sekitar 277.160 penduduk.

    Penjabat Bupati M Arief Irwanto, menyatakan meski angka kemiskinan turun namun masih relatif tinggi dibandingkan target tahun 2015 sebesar 15,45 persen. "(Karena) salah satu ukuran kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari kondisi kemiskinannya," kata M Arief Irwanto, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Kebumen, di Alun-alun Kebumen, Jumat (1/1/2015).

    Selama 2015, kata Arief, pemerintah bersama stakeholder dan masyarakat sudah banyak melakukan usaha guna meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat Kabupaten Kebumen.

    Sebagai langkah nyata mempercepat penurunan kemiskinan di Kabupaten Kebumen, lanjut dia, Pemkab Kebumen telah melakukan inovasi terobosan. Yaitu dengan mengintegrasikan semua jenis layanan program penanggulangan kemiskinan kedalam satu pintu. Unit Pelayanan Terpadu Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (UPT-P2K).

    Tak hanya itu, angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kebumen juga terbilang masih tinggi. Perlu mendapatkan perhatian khusus sehingga dapat ditekan seminimal mungkin. Disamping itu, Pemkab Kebumen juga dituntut untuk menurunkan jumlah balita gizi buruk, yang masih menjadi momok di Kabupaten Kebumen.

    "Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, mulai dari pengurangan angka kemiskinan, penurunan AKI/AKB, penanggulangan HIV/ AIDS. Serta pekerjaan infrastruktur untuk mendukung kelancaran ekonomi, kesehatan dan pendidikan," imbuhnya.

    Terlebih, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) segera diberlakukan. Untuk itu, Arief berpesan pada aparatur negara untuk meningkatkan kemampuan diri dan profesionalisme dalam bekerja. "Peningkatan SDM masyarakat harus dilakukan, agar pada saatnya kita bisa menjadi pelaku bukan menjadi penonton dalam menghadapi MEA maupun dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kebumen," bebernya.

    Sementara itu, ada yang berbeda pada upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Kebumen, kemarin. Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat jawa. Termasuk seluruh pejabat yang hadir. Hadir pada upacara tersebut Ketua DPRD Cipto Waluyo, Kapolres AKBP Faizal, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya, Sekda Adi Pandoyo, serta pejabat lainnya di jajaran Pemkab Kebumen.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top