• Berita Terkini

    Saturday, January 30, 2016

    102 Warga eks Gafatar Purbalingga Diisolasi di Gedung BBI Kutasari

    aditya/radarmas
    PURBALINGGA - Warga eks Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), asal Kabupaten Purbalingga telah dipulangkan, kemarin (30/1). Total ada 102 warga eks Gafatar, yang dipulangkan dari penampungan sementara di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

    Seluruh warga eks Gafatar tersebut, sementara ditampung di Gedung Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Kutasari. Mereka ada, dikarantina selama tiga hari, sebelum dipulangkan ke desanya masing-masing.

    Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purbalingga Satya Giri Podo mengatakan, sebelum dipulangkan warga eks Gafatar asal Purbalingga, sempat terkatung-katung selam ahampir dua jam di dalam bus. Hal itu, disebabkan adanya pendataan ulang yang dilakukan personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
    "Ada perubahan data warga eks Gafatar yang sebelumnya akan dipulangkan ke Purbalingga. Sebelumnya ada 106 warga yang terdata. Namun, setelah didata ulang hanya 102 warga yang dipulangkan ke Purbalingga," jelasnya kepada Radarmas disela-sela pemulangan warga eks Gafatar di BBI Kutasari.

    Dia menambahkan, ada perubahan data, karena ada empat warga eks Gafatar yang sebelumnya mengaku dari Purbalingga. Ternyata lebih memilih pulang ke daerah lain. "Saat didata dia dan keluarganya mengaku dari Purbalingga. Namun, saat akan dipulangkan mereka sekeluarga memilih pulang ke Gresik (Jawa Timur). Jadi datanya bisa berubah," ungkapnya.

    Sebelumnya, dalam manifest yang dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Tengah ada 106 warga eks Gafatar asal Purbalingga. Sehari sebelumnya, juga sempat muncul data, adar 75 warga eks Gafatar asal Purbalingga.

    Rencananya, hari ini (31/1), seluruh warga eks Gafatar yang ditampung di BBI Kutasari akan kembali didata menggunakan alat rekam data milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Purbalingga. "Hal ini, untuk mengetahui apakah warga tersebut benar-benar asal Purbalingga atau bukan. Sehingga, kami bisa lebih mudah dalam pemulangan warga eks Gafatar ke desanya masing-masing," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga Kodadiyanto.

    Selain didata ulang, seluruh warga eks Gafatar juga akan mendapatkan pemeriksaan medis secara keseluruhan. "Ini, untuk mengetahui apakah ada warga yang sakit. Atau membawa penyakit darI Kalimantan (Barat), seperti malaria atau penyakit lainnya. Sehingga, lebih mudah dalam penanganan kesehatannya," imbuhnya.
    Penjabat (Pj) Bupati Purbalingga Drs Budi Wibowo menjelaskan, selama tiga hari seluruh warga eks Gafatar akan dilakukan bimbingan rokhani. "Personel yang melakukan bimbingan berasal dari Polres Purbalingga, TNI, Psikolog dan juga personel dari FKUB," imbuhnya.

    Dia menegaskan, selama tiga hari seluruh logistik warga eks Gafatar akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga. "Semua kami siapkan. bahkan, kami akan mengantarkan langsung warga eks Gafatar ke rumahnya. Selama di sini (BBI, red), mereka akan kami isolasi. Mereka tidak boleh menonton televisi, membaca koran atau pun berkomunikasi menggunakan handphone," bebernya.

    Pj Bupati juga menegaskan, selama dikarantina, seluruh keluarga warga eks Gafatar tidak boleh ada yang menengok. "Tak ada yang boleh masuk ke kompleks Gedung BBI. Lokasi ini, kami tetapkan steril dari orang luar," tandasnya. (tya)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top